Mengapa Petir Terjadi?

Rudal Oreshnik Rusia yang Bikin Barat Ketar-ketir

Rudal Oreshnik Rusia yang Bikin Barat Ketar-ketir

Rudal Oreshnik menjadi salah satu nama senjata yang paling banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam konteks ketegangan militer antara Rusia dan negara-negara Barat serta konflik Rusia-Ukraina.

Apa itu Rudal Oreshnik?

Oreshnik adalah rudal balistik jarak menengah (Intermediate-Range Ballistic Missile/IRBM) yang dikembangkan oleh Rusia berdasarkan modifikasi dari platform RS-26 Rubezh. Rudal ini mulai digunakan secara operasional sejak 2024, dan memiliki kemampuan untuk diluncurkan dari kendaraan bergerak yang sulit dilacak.

Keunggulan Teknologi yang Membuat Dunia Terkejut

Beberapa fitur utama Oreshnik yang membuatnya menjadi “momok” bagi Barat adalah:

  • Kecepatan hipersonik, mencapai lebih dari Mach 10 (lebih dari 10 kali kecepatan suara).
  • MIRV (multiple independently targetable reentry vehicles) — yaitu kemampuan membawa beberapa hulu ledak yang bisa diarahkan ke target berbeda dalam satu peluncuran.
  • Mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir, membuatnya fleksibel secara militer.
  • Sistem peluncur bergerak yang membuatnya lebih sulit dilacak dan ditembak jatuh dibandingkan rudal berbasis silo tetap.

Ancaman Strategis: Dari Ukraina hingga Eropa

Rusia telah menggunakan Oreshnik dalam konflik di Ukraina — termasuk serangan yang dikonfirmasi pada Januari 2026, ketika Kremlin mengklaim meluncurkannya sebagai “balasan” terhadap serangan Ukraina yang dituduhkan terhadap salah satu kediaman Presiden Putin, meskipun klaim tersebut dibantah oleh Kyiv.

Selain itu, rudal ini juga telah ditransfer ke wilayah Belarus, memperluas jangkauannya ke wilayah Eropa. Jangkauan Oreshnik diperkirakan mencapai ribuan kilometer, cukup untuk menargetkan sebagian besar Eropa dari wilayah Rusia atau Belarus dalam waktu singkat.

Ketakutan dan Kontroversi di Barat

Kecepatan, kemampuan manuver, dan potensi hulu ledak ganda membuat para analis Barat dan sekutu NATO sangat memperhatikannya. Beberapa alasan mengapa Barat “ketar-ketir” termasuk:

  • Sulitnya pencegatan rudal hipersonik dengan sistem pertahanan udara dan rudal pertahanan saat ini.
  • Risiko eskalasi konflik lebih luas jika rudal dengan kemampuan nuklir ditempatkan lebih dekat dengan perbatasan NATO.
  • Potensi solusi konflik menjadi lebih rumit: senjata semacam ini bisa dianggap sebagai ancaman strategis terhadap keamanan Eropa dan AS.

Pendapat Ahli dan Kritik

Walaupun Rusia sering memuji Oreshnik sebagai senjata yang “mustahil dicegat” dan sebanding dengan senjata nuklir dalam hal daya hancur, beberapa analis militer Barat tetap skeptis terhadap klaim tersebut dan menilai bahwa efektivitasnya di medan perang masih perlu diverifikasi lebih lanjut.



Comments