Klasifikasi Persepuluhan Dewey: Panduan Sistematis untuk Menyusun Informasi
Pendahuluan
Dalam dunia perpustakaan, keberadaan sistem klasifikasi sangat penting untuk memastikan ribuan hingga jutaan koleksi bisa dikelola secara terstruktur. Salah satu sistem klasifikasi yang paling terkenal dan masih digunakan hingga hari ini adalah Klasifikasi Persepuluhan Dewey atau Dewey Decimal Classification (DDC). Sistem ini tidak hanya digunakan oleh perpustakaan sekolah dan universitas, tetapi juga oleh perpustakaan umum di berbagai negara.
Sejarah Singkat DDC
Sistem DDC dikembangkan oleh Melvil Dewey, seorang pustakawan asal Amerika Serikat, pada tahun 1876. Tujuannya sederhana namun revolusioner: menciptakan sistem klasifikasi berbasis angka yang mudah diperluas dan dipahami, terlepas dari bahasa atau ukuran perpustakaan.
Seiring waktu, sistem ini mengalami berbagai revisi dan penyempurnaan agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Saat ini, DDC dikelola oleh OCLC (Online Computer Library Center) dan telah mencapai edisi ke-23 (per 2023), dengan pembaruan rutin dalam format digital.
Tujuan dan Manfaat DDC
Mengapa DDC begitu penting?
- Standardisasi: DDC memberi format klasifikasi yang bisa digunakan oleh perpustakaan mana pun, sehingga memudahkan kerja sama antarperpustakaan.
- Kemudahan Akses: Pengguna dapat dengan mudah menemukan buku berdasarkan nomor klasifikasinya.
- Fleksibilitas: Sistemnya berbasis angka desimal, yang memungkinkan penambahan subjek baru tanpa mengganggu struktur utama.
- Skalabilitas: Cocok untuk perpustakaan kecil maupun besar, digital maupun fisik.
Struktur Umum Klasifikasi Persepuluhan Dewey
Klasifikasi Dewey membagi pengetahuan ke dalam 10 kelas utama:
| Kode | Kelas Utama | Contoh Topik |
|---|---|---|
| 000 | Karya umum, komputer, informasi | Ensiklopedia, AI, Big Data |
| 100 | Filsafat dan Psikologi | Etika, Psikoanalisis |
| 200 | Agama | Teologi, Sejarah agama |
| 300 | Ilmu Sosial | Politik, Ekonomi, Hukum |
| 400 | Bahasa | Linguistik, Bahasa Inggris |
| 500 | Ilmu Alam & Matematika | Fisika, Biologi |
| 600 | Teknologi & Ilmu Terapan | Kedokteran, Teknik, Agrikultur |
| 700 | Seni dan Rekreasi | Musik, Lukisan, Fotografi |
| 800 | Sastra | Puisi, Drama, Novel |
| 900 | Sejarah & Geografi | Perang Dunia, Geografi Dunia |
Setiap kelas utama memiliki 10 subkelas, dan setiap subkelas dapat dibagi lebih jauh.
Contoh pemecahan untuk kelas 600 - Teknologi:
| Kode | Subkelas |
|---|---|
| 610 | Ilmu Kedokteran dan Kesehatan |
| 620 | Teknik & Rekayasa |
| 630 | Pertanian & Peternakan |
| 640 | Rumah Tangga & Kehidupan Rumah |
| 650 | Manajemen dan Administrasi Bisnis |
| 660 | Teknologi Kimia |
| 670 | Industri Manufaktur |
| 680 | Produk Manufaktur Khusus |
| 690 | Konstruksi & Bangunan |
Notasi Desimal dan Detail Subjek
Sistem DDC bersifat hierarkis dan desimal. Ini memungkinkan klasifikasi yang sangat spesifik.
Contoh klasifikasi detail:
- 600 – Teknologi
- 620 – Teknik
- 621 – Teknik umum & listrik
- 621.3 – Teknik listrik
- 621.381 – Elektronika
- 621.3815 – Sirkuit elektronik
- 621.381 – Elektronika
- 621.3 – Teknik listrik
- 621 – Teknik umum & listrik
- 620 – Teknik
Satu buku tentang desain sirkuit digital mungkin akan memiliki nomor 621.3815, tergantung fokus isinya.
Contoh Penggunaan DDC di Perpustakaan
Misalnya kamu mencari buku tentang:
- Pemrograman Python → cari di 005.133
- Sejarah Indonesia → lihat bagian 959.8
- Psikologi remaja → bisa ditemukan di 155.5
- Panduan berkebun → masuk ke 635
Nomor-nomor ini biasanya tertera di punggung buku (spine label) di perpustakaan, sehingga memudahkan penempatan dan pencarian.
Kelebihan dan Keterbatasan DDC
✅ Kelebihan:
- Mudah dipahami
- Universal dan banyak digunakan
- Bisa diterapkan di berbagai bahasa
- Fleksibel untuk koleksi digital
❌ Keterbatasan:
- Kurang fleksibel untuk buku multidisipliner
- Fokus awal pada pengetahuan Barat (walaupun sekarang terus diperbaiki)
- Perlu pelatihan dasar bagi pustakawan untuk memahami pembagian yang kompleks
Peran DDC di Era Digital
Meskipun perpustakaan kini mulai bertransformasi ke bentuk digital dan sistem katalog online, DDC tetap menjadi fondasi penting untuk:
- Katalog digital (OPAC)
- Pengorganisasian e-book dan jurnal
- Integrasi dengan sistem informasi perpustakaan berbasis web
- Pemetaan metadata untuk koleksi elektronik
DDC juga diadaptasi dalam berbagai sistem manajemen informasi digital karena strukturnya yang terstandar.
Alternatif dari DDC
Meskipun DDC adalah sistem paling banyak digunakan, ada juga sistem klasifikasi lain seperti:
- Library of Congress Classification (LCC) – banyak digunakan di universitas besar di AS.
- Universal Decimal Classification (UDC) – mirip DDC, tapi lebih kompleks.
- Colon Classification – sistem berbasis India yang fleksibel, dikembangkan oleh S.R. Ranganathan.
Namun, DDC tetap menjadi pilihan utama karena kemudahan penggunaannya.
Kesimpulan
Klasifikasi Persepuluhan Dewey (DDC) adalah sistem pengelompokan informasi yang sudah terbukti efektif selama lebih dari satu abad. Dengan struktur angka desimal yang sistematis, DDC membantu pustakawan dan pengguna perpustakaan untuk menemukan, menyusun, dan mengelola buku serta informasi secara efisien.
Dalam era informasi yang terus berkembang, memahami DDC bukan hanya penting bagi pustakawan, tapi juga bagi siapa saja yang ingin mahir menjelajahi lautan pengetahuan dengan sistematis.
📚 Bonus: Tips Cepat Membaca DDC
- Tiga digit pertama = topik umum
- Setelah titik desimal = subjek yang lebih rinci
- Semakin panjang angka, semakin spesifik topiknya
- Gunakan katalog online untuk menemukan kode DDC spesifik dari buku yang kamu cari
Ingin memahami DDC lebih dalam? Coba jelajahi perpustakaan digital atau fisik terdekat dan lihat bagaimana sistem ini bekerja dalam dunia nyata.
Comments
Post a Comment
silahkan di komentar anda