Dana Desa dan Alokasi Dana Desa: Apa Bedanya?
Jika Anda pernah mengikuti diskusi pembangunan desa atau membaca papan proyek di desa-desa, pasti sering mendengar dua istilah ini: Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Sekilas terdengar mirip, tapi keduanya berbeda secara sumber, tujuan, dan mekanisme penggunaannya.
Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui apa itu Dana Desa dan ADD, perbedaan mendasarnya, serta bagaimana desa memanfaatkannya secara tepat. Wajib dibaca oleh perangkat desa, BPD, pendamping desa, maupun masyarakat umum yang ingin memahami keuangan desa dengan lebih jelas!
✅ Apa Itu Dana Desa (DD)?
Dana Desa adalah dana yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang dikirim langsung ke rekening kas desa melalui pemerintah kabupaten/kota. Dana ini merupakan hak desa untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan kewenangan lokal berskala desa.
📌 Dasar Hukum:
- UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa
- PP No. 60 Tahun 2014 (jo. PP No. 8 Tahun 2016)
- Permendesa PDTT No. 21 Tahun 2020
🎯 Tujuan Dana Desa:
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Meningkatkan pelayanan publik
- Meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat
- Meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi desa
💰 Penggunaan Dana Desa:
- Pembangunan infrastruktur desa (jalan, jembatan, irigasi)
- Pemberdayaan ekonomi (BLT, BUMDes, pelatihan)
- Ketahanan pangan
- Penanggulangan kemiskinan
- Program prioritas nasional skala desa
✅ Apa Itu Alokasi Dana Desa (ADD)?
Alokasi Dana Desa adalah dana yang bersumber dari APBD Kabupaten/Kota, yang dialokasikan dari dana perimbangan (Dana Transfer Pusat ke Daerah) sesuai dengan ketentuan perundangan. ADD diberikan kepada desa sebagai bentuk pembagian keuangan antara kabupaten/kota dengan desa.
📌 Dasar Hukum:
- UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa
- Permendagri No. 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
🎯 Tujuan ADD:
- Membiayai penyelenggaraan pemerintahan desa
- Mendukung operasional perangkat desa
- Menunjang tunjangan kepala desa dan perangkat desa
- Mendukung kegiatan rutin dan operasional BPD
💰 Penggunaan ADD:
- Honorarium kepala desa dan perangkat desa
- Operasional kantor desa
- Biaya kegiatan musyawarah desa
- Operasional BPD dan pengawasan
🆚 Perbedaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa
| Aspek | Dana Desa (DD) | Alokasi Dana Desa (ADD) |
|---|---|---|
| Sumber Dana | APBN (Pemerintah Pusat) | APBD Kabupaten/Kota |
| Tujuan Utama | Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat | Pembiayaan operasional pemerintahan desa |
| Prioritas Penggunaan | Infrastruktur, pemberdayaan, BLT, ketahanan pangan | Gaji dan tunjangan perangkat desa, operasional desa |
| Pengelola | Pemerintah Desa | Pemerintah Desa |
| Distribusi Dana | Langsung dari pusat ke desa | Disalurkan oleh pemerintah kabupaten/kota |
🔍 Contoh Penggunaan di Lapangan
💡 Dana Desa (DD)
- Membangun jalan rabat beton antar dusun
- Memberikan BLT kepada keluarga miskin
- Menyediakan pelatihan keterampilan usaha
- Mengembangkan embung atau lumbung pangan desa
💡 Alokasi Dana Desa (ADD)
- Membayar honor kepala desa dan perangkat
- Membeli ATK dan perlengkapan kantor
- Operasional kegiatan musyawarah atau forum BPD
- Biaya konsumsi rapat-rapat desa
⚠️ Hal yang Perlu Diperhatikan oleh Pemerintah Desa
- Pisahkan pengelolaan DD dan ADD secara jelas.
- Ikuti juknis (petunjuk teknis) dan aturan prioritas penggunaan.
- Libatkan masyarakat dalam musyawarah untuk menentukan prioritas DD.
- Gunakan ADD secara efisien dan hindari pemborosan.
- Lakukan pelaporan berkala untuk dua sumber dana tersebut secara terpisah.
📊 Apa Pengaruhnya terhadap Masyarakat?
✅ Dana Desa membawa manfaat langsung ke masyarakat karena digunakan untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi.
✅ ADD memastikan pelayanan pemerintahan desa berjalan lancar karena membiayai struktur kelembagaan dan operasional desa.
Keduanya saling melengkapi dan menjadi instrumen utama dalam pembangunan desa yang adil dan merata.
📌 Kesimpulan: DD dan ADD Itu Berbeda, Tapi Sama Pentingnya
Meskipun sama-sama digunakan untuk membiayai kegiatan di desa, Dana Desa dan Alokasi Dana Desa memiliki sumber dan tujuan yang berbeda. Memahami perbedaan ini sangat penting agar perencanaan dan pengelolaan keuangan desa dapat berjalan dengan transparan, tepat sasaran, dan sesuai hukum.
Dengan manajemen yang baik, Dana Desa dan ADD akan mendorong desa menjadi lebih mandiri, maju, dan sejahtera.
Yuk, ikut kawal penggunaan Dana Desa dan ADD di desamu! Karena pembangunan yang baik dimulai dari pemahaman yang benar.
Comments
Post a Comment
silahkan di komentar anda